SYnE - Vol 1 Chapter 2

Font Size :
Dark Mode
Reset Mode

Vol 1 Chapter 2 - Hanya Aku yang Tidak Curang


Sudah seminggu sejak aku tiba di istana kekaisaran.

Pada hari pertama, Samejima sedang mendiskusikan dukungan yang akan kami dapatkan dari istana kerajaan.

Informasi yang aku dapatkan adalah sebagai berikut:

Negara tempat istana ini disebut Ristonea. Di Rostalsia, ini adalah salah satu negara yang lebih maju.

Sang raja, Ginger nampaknya ingin sepenuhnya memberi dukungan kepada Samejima dan yang lainnya tanpa mengatakan apa-apa.

Di istana ada ahli pedang, sihir, dan seni bela diri paling terkemuka di negara itu untuk dilatih.

Tampaknya ada pelayan yang akan mengurus semuanya di masing-masing kamar pribadi.

Dan, ini bagian terpenting.

Aku tidak termasuk dalam hal itu.

Untuk alasan apa pun, itu sebab dari inspeksi keterampilan yang terjadi lima hari yang lalu.

Aku dapat mengingat dengan jelas apa yang terjadi secara terperinci.

Pertama-tama, Kami berkumpul di ruang terbesar istana. Mereka mengkonfirmasi status penting kita dalam pertempuran.

Semua orang tampak bingung dan bertanya "Status? Apa itu?", Dimana Phage Stross, komandan pasukan Ristonea, dengan ramah memberi tahu kami,

Jika kau mengatakan "Open" di Rostalsia, sebuah jendela dengan statusmu akan terbuka.

"Stamina" sudah jelas. Jika mencapai nol, kau tidak akan mati, tetapi pingsan karena tidak bisa bergerak.
Pingsan di dungeon hampir sama dengan kematian, jadi kami diperingatkan untuk tidak pernah mencapai angka nol.

"Magic" mengacu pada berapa banyak sumber daya yang kamu habiskan saat menggunakan sihir.
Semakin sedikit Magic yang ada kau akan menjadi relatif lebih lemah, jadi kita harus berhati-hati untuk tidak menggunakannya terlalu banyak.

"Physical" berarti kekuatanmu. Dalam duel, yang lebih banyak Physical akan menang.

"Resistance" mengacu pada seberapa banyak kerusakan yang diterima berkurang. Semakin sering kau terluka semakin tinggi Resistance.

"Wit" mengacu seberapa cepat tindakanmu. Semakin tinggi, semakin mudah untuk menghindari serangan.
(TN: karena ini WN disumbernya memang Wit, kalo di LN disebut Dex)

Karena aku pikir itu seperti permainan, aku memeriksa layar statusku sendiri.

"Open!"

STATUS

 Katsuragi Daichi
Class: Pahlawan
Level 1

Stamina:  75
Magic:  20
Physical:  50
Resistance:  300
Wit:  10

Special Abilities:
■ Tidak Ada



...Hah? Tampaknya tidak terlalu kuat...?

Bukankah aku mendapatkan kekuatan dari Claria?

...Tidak, mungkin, ini mungkin benar-benar di Class yang kuat.

Maksudku, Resistance-ku sangat tinggi... Mungkin karena aku terbiasa dengan rasa sakit.

Dan seperti yang aku harapkan, harapan samar itu menghilang.

"Itu luar biasa, Shinji!"

Ketika melihat karakter, Phage dengan gembira berteriak.

Status yang dia lihat semuanya tinggi.

STATUS

 Samejima Shinji
Class: Pahlawan
Level 1

Stamina: 500
Magic: 430
Physical: 480
Resistance: 300
Wit: 680

Special Abilities:
■ Sacred Guidance
Meningkatkan kerusakan untuk sihir Atribut Cahaya
■ Crisis Sense
Peningkatan 10% pada Wit saat musuh menyerang



Masing-masing statusnya lima kali lebih besar dari statusku.

Terlebih lagi, dia benar-benar mendapatkan kemampuan khusus.

Maksudku, aku kaget Resistance-ku setara dengan miliknya. Aku tidak punya poin unggulan.

Yang lain juga diperiksa satu per satu, dan semua orang memiliki kemampuan khusus.

Status mereka sebanding dengan milik Samejima. Bahkan yang terendah berkali-kali lebih banyak daripada milikku.

Mereka semua pasti diberkati oleh Claria. Fakta bahwa Samejima adalah yang tertinggi menegaskan hal ini.

Aku mendengar ini nanti tetapi, prajurit biasa memiliki lebih dari 100 untuk semua status.

Phage, prajurit yang paling cakap, memiliki sekitar 400 untuk setiap statistiknya.

Bagaimanapun, kemampuan bertarungku bahkan lebih rendah dari tentara biasa.

Aku bisa menggunakan Resistance-ku dan menjadi karakter yang berorientasi pada pertahanan. Namun, Stamina-ku rendah sehingga aku akan cepat kalah.

Aku tidak berguna.

Kenapa hanya aku?

Apakah karena aku lemah?

Karena aku menjijikkan?

Itu tidak bertambah.

Setelah itu, statusku tentu saja dipublikasikan, dan aku dikenal sebagai "Pahlawan Tanpa Bakat" di istana.

Aku dengan cepat ditinggalkan oleh Raja Ginger. 29 lainnya pastinya adalah pahlawan dengan spesifikasi tinggi, jadi mereka tinggal.

Mereka tidak bisa menemukan poin kuat tentang ku.

Tempat tidur ku adalah kandang kuda. Aku ditinggalkan dari kelas ilmu pedang dan sihir dan aku harus belajar mandiri.

Ini gila. Tapi, jika aku mengeluh mungkin akan diusir. Aku berharap aku akan dimaafkan.

Aku seorang yang lemah.

Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa mengalahkan apa pun. Aku tidak bisa memenangkan apa pun.

Aku tidak menginginkan itu.

Setidaknya karena kasihan, mereka membawaku ke penjelajahan dungeon kali ini, untuk memutuskan apakah aku akan berguna
Maka hidup ku di dunia ini mungkin akan berakhir.

Aku pikir siapa pun akan menebak.

Itu sebabnya, untuk minggu ini aku dengan penuh semangat bekerja keras. Lebih dari yang aku lakukan sebelumnya.
Aku mengurangi waktu tidur ku sampai batas yang cukup.

"98... 99... 100!"

Aku akan mengayunkan pedangku setidaknya seratus kali dalam tiga set per hari, dan berlari.

"Burn, Fire Seed!"

Aku juga berlatih sihir, sampai pada titik di mana aku bisa menghasilkan api sebesar korek api.

Yang lain belajar sihir yang lebih efektif dan kuat. tetapi jika aku kehilangan harapan, itu sudah berakhir bagiku.

Kalau dipikir-pikir, aku ingin memuji diri sendiri karena sudah sejauh ini sendirian. Kerja bagus, diriku.

Aku bisa menipu diri sendiri seperti itu.

Aku bisa sedikit langsing. Mungkin itu akibat dari kurang makan dan berolahraga.

Namun, statusku tidak banyak berubah.

Physical dan Stamina-ku naik sedikit. Tampaknya hanya menggunakan sihir tidak akan meningkatkan status Magic.

Sayangnya, aku tidak bisa menampilkan Magic ku karena aku tidak tahu logika dunia ini.

Ini ada hubungannya dengan semangatku, jadi jika aku bersenang-senang, apakah itu akan berhasil?

Untuk mengujinya, sepanjang hari aku terus tersenyum. Tanpa berpikir negatif, aku terus berpikir positif.

Para pengamat mengira itu aneh, tetapi aku terus menjalaninya.

Magic-ku hanya bertambah 1.

Aku berjanji pada diri sendiri untuk tidak melakukannya lagi.

Aku mencoba setiap metode lain yang dapat aku pikirkan untuk meningkatkan angkanya sebanyak yang aku bisa.


--Dan, akhirnya tiba hari itu.

Bersama Phage dan enam prajurit lainnya, kami pergi ke dungeon Ristonea yang paling sulit, "Rigal's Den".

Semua orang pergi ke pertempuran dengan percaya diri.

Seolah-olah mereka siswa sekolah dasar yang sedang melakukan kunjungan wisata.

Aku tidak tahu mengapa mereka bisa tersenyum.

Meskipun aku ingin kembali sesegera mungkin.

...Setidaknya biarkan aku berada di posisi di mana aku bisa melarikan diri dulu,
karena aku hanya meningkatkan Resistanceku sebesar 3.

Aku pergi ke dungeon diposisi terakhir, mengikuti teman sekelas di depanku.


Aku mungkin tahu betul saat itu;

Tentang masa depan yang kejam yang akan kujalani.
Share Tweet Share

Please wait....
Disqus comment box is being loaded